Beras organik dari Belgi
Dalam pelatihan kepenulisan di Dsn belgi desa bandongan magelang peserta menelusuri sudut-sudut sawah dan pekarangan disana. Tujuannya adalah untuk mengetahui potensi dan sumberdaya yang ada dan berpotensi untuk di kembangkan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelusuran di lakukan dengan berjalan kaki mulai dari rumah pak tarom tempat pelatihan, terus menelusuri jalan setapak menuju ke sawah. Dari sini kemudian peserta berjalan di sawah, menuju kolam-kolam sekitar dusun dan kemudian kembali ke lokasi pelatihan. Perjalanan sekitar 1,5 jam. Cukup membuat peserta berkeringat.
Peserta pertama-tama di suguhi hamparan sawah berterasiring yang baru saja di panen padinya. Sebagian lagi bahkan ada yang belum di panen karena belum cukup tua. Kebanyakan petani di dusun ini menanam padi jenis 64, rojolele dan padi jawa lainnya. Banyak dari mereka yang mengimplementasikan bertani organik.
Di Belgi ini tersedia beberapa produk padi organik. Ada Rojolele dan 64. Rojolele ada dua macam yaitu yang tangkai kuning dan tangkai hitam. Selain itu ada satu jenis padi lagi yaitu menthik wangi.
Produk-produk dari petani belgi cukup beragam. konsumen bisa memilih sesuai selera ataupun berganti jenis padi agar tidak bosandan jenuh. dari keterangan pengurus paguyuban diketahui bahwa Rojo lele : harga jual beras Rp. 9.000 / kg. harga jual gabah kering : Rp 5.000 / kg. Mentik Wangi harga jual beras : Rp 8.000 / kg. harga jual gabah kering: Rp 5.000 / kg. IR 64:harga jual beras : Rp 7.000 / kg. harga jual gabah kering : Rp 3.800 / kg.
Setelah capek berjalan di sawah kemudian peserta menyusuri beberapa kolam ikan di pinggiran dusun. di sana ada banyak ikan yag dipelihara penduduk. pus berjalan-jalan peserta pulang untuk membuat berita.
